Senin, 12 November 2007

Komunitas

KOMUNITAS. Yang membedakannya dengan kerumunan adalah tujuan yang akan dicapai. Kerumunan umumnya tak punya tunjuan dan satu sama lain tak saling mengenal serta tak ada ikatan emosional yang membuat mereka berkumpul.
Menurut Rizalun, seniman dari Jogja, bahwa Komunitas akan bisa lahir dengan sendirinya di satu area sosial, lingkup profesional dan sebagainya sebagai tempat untuk mengakomodir segala daya dan pikirannya.
Ikatan emosional yang kuat yang sepikiran, walaupun kadang terjadi perbedaan pikiran didalamnya, membuat hubungan sosial di suatu komunitas menjadi kuat. Namun hubungan yang bersifat sosial inilah yang membuat suatu komunitas bisa kembang kempis jika tak mampu merawatnya. Namun jika berhasil merawatnya, komunitas akan menjadi kekuatan tersendiri dalam suatu golongan. Kekuatannya bisa sangat tak terduga, karena di dalamnya terdapat orang-orang yang memegang teguh ide besar dan tujuan bersama suatu komunitasnya.
Jenjang yang lebih tinggi dari komunitas adalah organisasi. Selain ikatan sosial dan emosional, organisasi mempunyai peraturan yang ditetapkan.
Dari sebuah pertanyaan yang keluar dari Arif Wicaksono, seorang DJ yang populer dengan nama DJ Bachox’s. Bisakah sebuah komunitas menciptakan sebuah tren? Kekuatan sebuah komunitas bisa saja menghasilkan suatu trend baru. Karena pesan yang disampaikan dijalankan, kebanyakan, dengan cara dari mulut ke mulut(getok tular). Suatu proses marketing yang saat ini sedang trend karena kekuatannya pengaruhnya pada konsumen melebihi iklan-iklan media konvensional.
Lewat pernyataan sikap dan pendapatnya suatu komunitas menjadi dikenal banyak orang dan besar dengan sendirinya. Contoh yang paling hangat adalah pernyataan Roy Suryo, yang mengatasnamakan komunitas Air Putih, dimana Roy Suryo memproklamirkan diri sebagai penemu lagu asli Indonesia Raya 3 stanza. Komunitas Air Putih menjadi dikenal banyak orang, walaupun Roy Suryo sendiri mendapat ratusan pujian dan sejuta makian dan sumpah serapah dari para netter dan para geeks.
Setiap komunitas mempunyai cirinya masing-masing. Dan kita tak dapat menutup mata jika antar komunitas saling ngotot dengan argumentasinya. Memang disitulah fungsinya. Suatu hal yang tidak salling melemahkan, namun menguatkan.
Sebuah kutipan dari bukunya Pramoedya Ananta Toer (Jejak Langkah); "... Kau tak akan sanggup melawan sendiri. Lawanlah dengan organisasi/komunitas, di situ kau akan menjadi besar." Begitu kurang lebihnya.

Tidak ada komentar: